Senin, 06 Agustus 2012

PUASANYA PARA NABI

PUASANYA PARA NABI
Di riwayatkan dari Ibnu 'Abbas r.a bahwa ada seseorang datang 
kepadanya menanyakan hadist yang termasuk dalam perbendaharaan yang tersimpan, yaitu apabila ingin berpuasa seperti Nabi Daud, maka berpuasalah satu hari dan berbuka satu hari. apabila ingin berpuasa seperti putranya, Nabi Sulaiman, maka beliau puasa tiga hari pada awal bulan, tiga hari pada pertengahan bulan, dan tiga hari pada akhir bulan. Apabila kamu ingin berpuasa seperti Nabi Isa as, maka berpuasalah sepanjang tahun, makan gandum, memakai pakaian yang tebal dan kasar, seiap malam bangun (untuk mengerjakan salat) sehingga melihat tanda-tanda fajar, dan tidak berada di suatu tempat melainkan mengerjakan salat dua rakaat. apabila ingin berpuasa seperti ibunya (Maryam), maka berpuasalah dua hari dan berbuka dua hari. dan apabila ingin puasa seperti Nabi Muhammad S.A.W, maka berpuasalah pada setiap bulan pada hari-hari putih, yakni tanggal 13, 14, dan 15.

Saya salin dari kitab terjemahan Tanbiihul Ghoofilin hal 26

Selasa, 24 Juli 2012

Doa Ketika mau menyembelih aqiqoh (الدعاء عند ذبح العقيقة


Doa Ketika mau menyembelih aqiqoh (الدعاء عند ذبح العقيقة)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اللَّهُمَّ رَبِّي اِنَّ هَذِهِ عَقِيْقَةُ فُلاَنِ ابْنِ فُلاَنْ دَمُهَا بِدَمِهِ وَلَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ وَجِلْدُهَا بِجِلْدِهِ وَشَعْرُهَا بِشَعْرِهِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا فِدَاءً لِفُلاَنِ ابْنِ فُلاَنْ مِنَ النَّارِ.
Allahumma robbi hadzihi aqiqotu fulanibni fulan (si Ahmad anak Pak Dullah) damuha bidamihi walahmuha bilahmihi wa azdmuha biazdmihi wajilduha bijildihi wasya’ruha bisya’rihi. Allahummaj ‘al fidaa an lifulanibni fulan(si Ahmad anak Pak Dullah) minannaar.
Artinya : “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, ya  Allah ya tuhan kami, bahwasanya hewan aqiqohnya si Ahmad anak Pak Dullah) darahnya aqiqoh untuk menebus darahnya, daging aqiqohnya untuk menebus dagingnya, tulangnya untuk menebus tulangnya, kulit aqiqoh untuk menebus kulitnya, dan rambutnya untuk menebus rambutnya. Ya Allah, jadikanlah aqiqoh ini sebagai tebusan si (Ahmad anak Pak Dullah)”.

Do’a mohon Kebaikan Agama dan Dunia


Do’a mohon Kebaikan Agama dan Dunia
اللَّهُمَّ اَصْلِحْ لِي دِيْنِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ اَمْرِي وَاَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي وَاَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيْهَا مَعَادِي وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَحَةً لِي كُلِّ شَرٍّ.
 Allahumma aslih lii diinii alladzhi huwa ‘ismatu amri wa’aslih lii dunya yallati fiiha ma’asyii wa’aslii aakhiratii allati fiiha ma’aadii waj’alilhayaata ziyaadatalli fii kulli khoirin waj’alilmauta rahatallii kulli syarrin.
Artinya : “Ya Allah, baikkanlah agamaku yang menjadi penjaga urusanku, baikkanlah duniaku yang menjadi menghidupku, baikkanlah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku, jadikanlah hidupku untuk menambah melakukan kebaikan, dan jadikan kematian sebagai kesenangan bagiku dari semua kejelekan”.

DO’A KETIKA BERBUKA BAGI ORANG YANG


DO’A KETIKA BERBUKA BAGI ORANG YANG
BERPUASA
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ بِرَحْمِتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
“Ya Allah!, Sesungguhnya aku me-mohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, supaya memberi ampunan atasku.

HR. Ibnu Majah: 1/557. Hadits ini hasan menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Takhrij Al-Adzkar, lihat Syarah Al-Adzkar: 4/342.


BERDO’A UNTUK ORANG YANG MEMBERI
MINUMAN

اللَّهُمَّ اطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي
“Ya Allah! Berilah makan orang yang memberiku makan dan berilah minuman orang yang memberiku minuman.

HR. Muslim: 3/126.

DO’A APABILA BERBUKA DI RUMAH ORANG LAIN

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ المَلاَئِكَةُ
“Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu dan orang-orang yang baik makan makananmu, serta malaikat mendo’akan.

Sunan Abu Dawud: 3/367, Ibnu Majah: 1/556 dan An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 296-298. Al-Albani menyatakan, hadits tersebut shahih dalam Shahih Abi Dawud: 2/730.

UCAPAN ORANG YANG BERPUASA BILA
DIHINA
إِنِّي صَائِمٌ، إِنِّي صَائِمٌ
”Sesungguhnya aku sedang berpuasa. Sesungguhnya aku sedang berpuasa”.

HR. Bukhari dengan Fathul Bari: 4/103, Muslim: 2/806.